Firman Tuhan dalam kitab Yesaya 61:11 mengatakan: ‘Sebab seperti bumi memancarkan tumbuh-tumbuhan, dan seperti kebun menumbuhkan benih yang ditaburkan, demikianlah Tuhan Allah
akan menumbuhkan kebenaran dan puji-pujian di depan semua bangsa-bangsa.’ Setiap benih
yang ditaburkan di tanah yang baik akan bertumbuh. Demikian juga setiap benih Firman yang
Anda telah terima akan bertumbuh.
Di tahun ini kita akan tetap terbang tinggi seperti burung rajawali,…soaring like an eagle. Kita
akan seperti kebun yang menumbuhkan benih yang ditabur. Tahun ini adalah tahun dimana Tuhan
akan menopang dan menumbuhkan kehidupan Jemaat IFGF GISI Atlanta di Winters Chapel,
Lenox, maupun Anderson untuk memasuki level yang lebih tinggi. Anda tidak lagi tinggal dalam
level pengenalan Tuhan Yesus yang sama, tetapi Anda akan mengenal Dia lebih dalam dan lebih
dekat. Anda akan menjadi jemaat yang semakin kuat dan bertindak untuk melakukan kehendak
Nya dan hidup dalam fokus Kerajaan Tuhan, serta memenangkan jiwa-jiwa.
Mari kita siapkan tanah yaitu hati kita dengan lebih baik. Buang semua kekuatiran dan ketakut-
an. Pegang janji Tuhan dan renungkan FirmanNya siang dan malam. Matikan semua keinginan
daging dan bangkitkan semangat melayani Tuhan dan bekerja bagi kepentingan Kerajaan Tuhan.
Jangan menyepelekan dan mudah melupakan Firman Tuhan tapi lakukanlah dengan sungguh-
sungguh setiap Firman yang diperintahkan sebagaimana adanya. Maka Anda akan melihat pertumbuhan
bahkan hasil buah yang 30, 60, 100 kali lipat di masa ini (Markus 4:1-20).
Segala kemuliaan bagi Tuhan yang membuka jalan dan memberikan pertumbuhan lebih lagi
dalam hidup Anda semua di tahun ini.
Kami Mengasihi Anda,
Harminto & Grace Ongko
Artikel
Catatan
Di ruangan itu........ Antara sadar dan tidak, aku merasa berada dalam suatu ruangan.
Tak ada hal yang menarik disana, kecuali pada salah satu dindingnya, terdapat lemari
dengan laci-laci kecil, membentang dari lantai sampai langit-langit. Tiap-tiap laci
berisi catatan-catatan sesuai dengan judul pada tiap-tiap laci. Kudekati salah satu laci
yang bertuliskan "Gadis-gadis yang kusukai". Kubuka laci tersebut dan mulai membaca
catatan-catatan yang ada di dalamnya.Aku terkejut, kututup laci tersebut, ...........
Aku mengenal semua nama yang tertulis disana.........
Kini aku sadar, dimana aku berada......... Ruangan dengan catatan-catatan yang ada
di dalamnya merupakan ruang penyimpanan data kehidupanku...... Semua hal dalam
hidupku tercatat secara terperinci disana. Heran, penasaran, dan takut berbaur menjadi
satu.
Ku buka laci demi laci secara acak, 'ku baca tiap catatan yang ada di dalamnya Beberapa
catatan memberikan sukacita dan kenangan manis, ada pula yang membuat
aku malu, bahkan kecewa terhadap diriku sendiri. Berbagai catatan mengenai ke-
hidupanku ada disana, ada catatan yang berjudul "Teman-teman", dan disebelahnya
terdapat juga catatan yang berjudul "Teman-teman yang aku khianati". Catatan-
catatan itu memiliki bermacam-macam judul, mulai dari yang biasa-biasa saja
sampai yang bagiku cukup 'aneh', "Buku-buku yang aku baca", "Kebohongan yang
pernah aku ucapkan", sampai kepada "Hal-hal yang telah aku lakukan ketika marah",
dan masih banyak lagi........
Aku tak henti-hentinya merasa heran dengan apa yang tertulis didalamnya. Sering
kutemui begitu banyak catatan, lebih banyak dari yang kuharapkan. Sering pula
aku berharap catatan yang kubaca berisi lebih banyak data. Catatan ini merupakan
sejarah kehidupanku secara terperinci. Mungkinkah aku memiliki cukup waktu untuk
membuat semua catatan ini ?
Kartu-kartu ucapan ini begitu banyak, ribuan bahkan jutaan catatan ada di dalamnya.
Semuanya benar, dibuat dengan tulisan tanganku, bahkan ada tandatanganku pada
setiap kartu. Tiba-tiba aku tersentak, "Catatan-catatan ini tidak boleh dilihat orang
lain, tak seorangpun.......!" Aku harus menghancurkan catatan-catatan ini. Aku mencoba
mengeluarkan kartu-kartu ini dari lacinya, namun tiap-tiap kartu seolah melekat
erat pada lacinya.......... Aku berusaha sekuat tenaga, kucoba merobek catatan
tersebut, namun kertas itu begitu keras, sekuat baja, aku tak dapat merobeknya. Tak
berdaya, .......... aku mengembalikan laci-laci itu ketempatnya. Kusandarkan kepalaku
ke dinding, malu, marah, kecewa, dan putus asa berbaur menjadi satu.
Lalu aku melihat sebuah laci, judulnya "Orang-orang Dengan Siapa Aku Berbagi Kasih
Yesus". Kubuka laci itu, .....sangat ringan...., ringan sekali..........., isinyapun hanya
sedikit, bahkan dapat kuhitung dengan sebelah tangan. Air mataku mulai bercucuran,
aku menangis tersedu-sedu.......... Aku terjatuh, berlutut, dan menangis, airmata
mengaburkan pandanganku....... Aku malu.............., sangat malu..........., aku malu
melihat perjalanan hidupku........ Tidak ! Tak seorangpun boleh memasuki ruangan
ini........, rintihku.......
Tiba-tiba aku melihat Yesus berdiri di hadapanku............. Aku tertunduk, tak sanggup
berhadapan dengan Dia dalam keadaan seperti ini... Ia berjalan menghampiri laci-
laci tersebut dan membaca catatan di dalamnya...... Aku tak sanggup memandang
wajahNya, aku takut.........
Ketika aku beradu pandang denganNya........ Kulihat kesedihan yang sangat dalam
dimataNya....... Jauh lebih dalam dari yang mampu aku rasakan....... Ya Tuhan........
Mengapa Engkau harus membaca semua itu....??? Setelah selesai membaca
semuanya, Ia menghampiri aku....... Tampak penyesalan diwajah-Nya.......aku tak
sanggup memandang-Nya. Kutundukkan kepalaku dan menangis dengan sedih, aku
........orang yang berdosa....... Kemudian ......Yesus merangkul aku, tanpa kata.......,
Ia turut menangis bersamaku..... Tiba-tiba Ia berdiri, menghampiri laci-laci itu dan
mengeluarkan semua catatan itu........ Satu-persatu dikeluarkan-Nya catatan itu, Ia
tersenyum, sebuah senyuman pilu...... Lalu Ia mulai membubuhkan tandatangan-
Nya di atas namaku. Tidak !!!! Yesus terlalu suci untuk membubuhkan nama-Nya
diatas dosaku. Kucoba merebut catatan-catatan itu............ Lalu kulihat nama-Nya,
menutupi namaku dan tanda tanganku ......... Nama Yesus tertera disana, dengan
tinta merah......, tebal dan tampak hidup........ Tidak,.... Itu bukan tinta......., itu darah
Yesus..........
Kemudian Ia menghampiri aku, meletakkan tangan-Nya di pundakku dan berkata
"Sudah Selesai" Yesus membantuku berdiri, menuntunku keluar ruangan itu.......
Ruangan itu terbuka, tak ada kunci disana......... Yang tinggal hanyalah kartu-kartu
kosong yang masih harus ku isi.....
God Bless You..............
JESUS KNOWS ALL YOUR FAULTS BUT HE STILL LOVE YOU ANYWAY !!!!
Jakarta - Kalau datang tamu mendadak di rumah, sajian praktis ini bisa jadi alternatif
suguhan. Isinya udang dan ikan, tetapi bisa saja diganti daging sapi, atau daging
ayam cincang. Goreng saat akan disajikan agar terasa renyah dan gurih. Sajikan
dengan saus cabai atau mayones botolan.
Bahan:
20 lembar kulit pangsit ukuran 10x10cm Minyak goreng
Adonan Isi, aduk rata:
75 g udang kupas, cincang halus 75 g ayam cincang halus
1 siung bawang putih, parut
1 sdm daun bawang iris halus
1/2 sdt minyak wijen
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
Cara membuat:
Bentangkan kulit pangsit di atas talenan.
Taruh 1 sdt adonan di salah satu ujungnya yang runcing lalu gulung hingga rapi.
Usahakan adonan isinya tidak keluar.
Kerjakan yang sama dengan sisa adonan dan kulit.
Goreng dalam minyak panas hingga kuning keemasan.
Angkat, tiriskan.
Udang Goreng Renyah (Odilia Winneke)
Jakarta - Udang goreng balut tepung panir ini mungkin sering Anda pesan di
restoran favorit. Ternyata membuatnya tidak terlalu rumit. Asal udangnya benar-
benar segar, rasanya dijamin lezat dan gurih sampai ke ujung ekornya. Mau coba?
Bahan:
8 ekor udang windu yang besar
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt garam
75 g tepung terigu
1 sdt bawang putih bubuk
1/2 sdt merica bubuk
1 sdt garam
1 putih telur ayam, kocok hingga berbuih
100 g tepung panko (tepung panir kasar yang putih)
Cara membuat:
Buang kepala udang, kupas, sisakan ekornya.Dengan ujung pisau runcing, sayat kedua sisi udang lalu tekan dan bentangkan hingga menjadi pipih dan lurus. Potong ujung ekor yang runcing.
Taburi udang dengan sedikit merica dan garam.Lapisan: campur tepung terigu, bawang putih, merica dan garam hingga rata.
Gulingkan udang dalam campuran terigu hingga rata sambil tekan-tekan hingga lekat.
Celupkan dalam putih telur lalu gulingkan dalam tepung panko sambil tekan-tekan dan bulatkan bagian ujung ekornya. Ulangi melapis sekali lagi.
Biarkan beberapa saat hingga lapisan udang agak kering.
Goreng dalam minyak panas dan banyak hingga kuning keemasan.
Angkat, tiriskan.
Sajikan dengan mashed potato dan salad lettuce.
Aktivitas Dalam Gereja
Kubu Doa
Karena itu hendaklah kamu saling mengaku dosamu dan saling mendoakan, supaya kamu
sembuh. Doa orang yang benar, bila dengan yakin didoakan, sangat besar kuasanya.
—Yakobus 5:16
Salah satu misi dari gereja IFGF GISI Atlanta ialah “Rumah Doa”. Jika saudara ada kebutuhan
doa, harap isi formulir permohonan doa yang diselipkan di dalam bulletin ini. Kami mengundang
saudara sekalian untuk bersama-sama mendoakan kebutuhan jemaat.
Waktu: Selasa, 8:00pm - 9:00pm
Tempat: Winters Chapel Baptist Church
6625 Winters Chapel Road
Doraville, GA 30362
Contact:
Pdt. Harminto Ongko
678.557.5603
iCare
Caring & Reaching Everyone
Kami mengundang saudara untuk bergabung dalam Care Group yang terdekat. Ini adalah sarana
dimana anda dapat berkumpul bersama dengan saudara seiman untuk saling mendoakan,
menolong, dan berbagi kasih. Di dalam Care Group juga anda dapat bertumbuh secara rohani
dan karakter.
Nama Group
Tempat
Waktu
Contact
Pohon Kehidupan
Alpharetta
Sabtu, 8:00pm
Dua minggu sekali
Grace Ongko
678.557.9263
Penabur
Dunwoody
Roswell
Sabtu, 7:30pm
Dua minggu sekali
Sabtu, 7:30pm
Dua minggu sekali
Debi Wijanto
404.921.4261
Hope
Doraville
Selasa, 11:00pm
setiap minggu
Hendry Kartasurya
404.518.2094
RENUNGAN HARIAN
Senin, 24 Juli 2006
Bacaan: Titus 1:1-9
Bacaan Setahun : Mazmur 35-36; Kisah Para Rasul 25
Nats: Orang yang tak dapat mengendalikan diri adalah seperti kota yang roboh temboknya (Amsal 25:28)
DISIPLIN DIRI
Sebuah peribahasa lama berbunyi demikian: "Lain waktu jika Anda menginginkan kue, makanlah wortel." Peribahasa itu dapat menjadi nasihat yang baik bagi orang yang menjalani diet. Namun, orang-orang yang menyusun peribahasa ini mungkin hendak berbicara kepada kita. Dengan mendi-siplinkan keinginan kita saat tidak ada prinsip moral yang sedang dipertaruhkan, sebenarnya kita sedang mempersiapkan diri jika kelak menghadapi godaan dosa.
Disiplin semacam inilah yang dimaksudkan oleh Paulus ketika ia memakai istilah penguasaan diri dalam daftar persyaratannya bagi pemimpin gereja (Titus 1:8). Kita perlu diingatkan tentang hal ini di zaman sekarang. Ba-
nyak orang mengira mereka dapat hidup secara tidak bermoral saat ini dan menghentikan ketidakbermoralan itu sekehendak hati mereka. Karena tidak memikirkan kekuatan dosa yang mampu membuat orang ketagihan, mereka mendapati bahwa hidup dengan tujuan baik itu jauh lebih sulit daripada yang diperkirakan.
Amsal 25:28 menyatakan bahwa apabila kita tidak dapat mengendalikan diri, maka kita akan menjadi tidak
berdaya seperti kota yang roboh temboknya. Disiplin diri yang terus-menerus dilakukan akan dapat memba-
ngun sistem pertahanan rohani dalam melawan kekuatan jahat.
Tatkala mendisiplinkan diri untuk mengekang hasrat-hasrat kita pada umumnya, berarti kita menjalankan
kebiasaan hidup yang baik dan mempraktikkan realitas perkataan Paulus dalam Roma 6:18, "Kamu telah
dimerdekakan dari dosa dan menjadi hamba kebenaran" — HVL
UNTUK DAPAT MENGENDALIKAN DIRI BERIKAN KENDALI KEPADA KRISTUS
Selasa, 25 Juli 2006
Bacaan: Wahyu 7:13-17
Bacaan Setahun : Mazmur 37-39; Kisah Para Rasul 26
Nats:
Anak Domba yang di te-ngah-tengah takhta itu,
akan menggembalakan
mereka dan akan menuntun mereka ke mata air
kehidupan (Wahyu 7:17)
ANAK DOMBA GEMBALA KITA
Kitab Wahyu memberikan gambaran yang luar biasa. Anak Domba Allah menuntun kita dari mata air kehidupan yang satu ke mata air kehidupan yang lain, dan senantiasa semakin dalam menuju kasih Allah (7:17).Yesus berdoa di Ruang Atas sesaat sebelum Dia disalib, "Aku telah memberitahukan
nama-Mu kepada mereka [para murid] dan Aku akan memberitahukannya,
supaya kasih yang Engkau berikan kepada-Ku ada di
dalam mereka dan Aku di dalam mereka" (Yohanes 17:26).
Yesus menuntun kita menuju pengetahuan yang mendalam tentang kasih
Allah. Tujuan-Nya tidak semata-mata supaya kita memperoleh penge-
tahuan tentang Allah, tetapi juga supaya kita tahu sedalam apa kita dihargai
dan dikasihi. Seperti yang dikatakan Yesus, kasih Sang Bapa kepada
Putra-Nya sama dengan kasih-Nya kepada kita.
Namun, untuk memahami kasih tersebut dibutuhkan suatu proses. Memahami
kasih Allah memerlukan waktu. Mungkin Anda tidak yakin bahwa
Dia mengasihi Anda. Bersabarlah. Roh Kudus akan menuntun Anda menuju seluruh kebenaran (Yohanes
16:13). Baca dan renungkan perkataan dan perbuatan-Nya di dalam Injil. Mintalah agar Allah menunjukkan
kasih-Nya. Pada saatnya nanti Dia akan menyatakan "lebarnya dan panjangnya dan tingginya dan
dalamnya" kasih-Nya (Efesus 3:18).
Sejauh pemahaman saya, proses itu akan berlangsung sampai pada kekekalan. Kita akan benar-benar
dipuaskan di surga, dan kita akan terus bertumbuh, karena kasih Allah tidak pernah berakhir — DHR
KASIH KITA TERBATAS NAMUN KASIH ALLAH TIADA BATASNYA
Rabu, 26 Juli 2006
Bacaan: Amsal 30:1-9
Bacaan Setahun: Mazmur 40-42; Kisah Para Rasul 27:1-26
Nats:
Jangan berikan kepadaku
kemiskinan atau kekayaan.
Biarkanlah aku menikmati
makanan yang menjadi bagianku
(Amsal 30:8)
KEMAKMURAN DAN KEMALANGAN
Kemakmuran dan kemalangan merupakan penghancur yang setara. Ke-
rasnya hidup dapat membahayakan karena orang yang kaya dapat me-
nemui kesulitan yang sama dengan orang yang tak berpunya.
Agur, penulis Amsal 30, semestinya sudah merasakan bahaya ini ketika
ia berdoa, "Jauhkanlah dari padaku kecurangan dan kebohongan. Jangan
berikan kepadaku kemiskinan atau kekayaan. Biarkanlah aku menikmati
makanan yang menjadi bagianku. Supaya, kalau aku kenyang, aku tidak
menyangkal-Mu dan berkata: Siapa Tuhan itu? Atau, kalau aku miskin, aku
mencuri, dan mencemarkan nama Allahku" (Amsal 30:8,9).
Permohonan yang sama terdapat di dalam kidung pujian yang indah karya
Benjamin Harlan:
Tuliskanlah nama-Mu yang kudus, Di hatiku, ya Tuhan, Terukir di sana tak
terhapuskan, Sehingga kemakmuran maupun kemalangan, Takkan menjauhkanku
dari kasih-Mu.
Fokus dari Amsal 30 adalah keadaan sekitar, sementara kidung pujian di atas mengacu pada keadaan hati
kita. Mungkin kita perlu berdoa agar Allah melindungi kita di kedua area kehidupan kita itu.
Mendiang Dr. Carlyle Marney, seorang pendeta ternama, kerap berkata bahwa kebanyakan kita perlu mencukupkan
"keinginan kita yang semakin bertambah". Daripada selalu meminta, kita seharusnya mencari
keseimbangan yang diungkapkan dalam Amsal 30.
Saat kita mengundang Tuhan agar memiliki hidup kita, berarti kita mengakui pemeliharaan-Nya yang penuh
kasih dan berhikmat bagi seluruh kebutuhan kita — DCM
KEPUASAN ADALAH MENYADARI BAHWA ALLAH TELAH MENCUKUPI
SEMUA YANG SAYA BUTUHKAN
Kamis, 27 Juli 2006
Bacaan:
Kejadian 12:1-9
Bacaan Setahun :
Mazmur 43-45;
Kisah Para Rasul 27:27-44
Nats:
Karena iman Abraham
taat, ketika ia dipanggil
untuk berangkat ke negeri
yang akan diterimanya
menjadi milik pusakanya
(Ibrani 11:8)
DIPANGGIL UNTUK MENJADI BERKAT
Salah satu pengalaman yang paling menyedihkan dalam hidup ini adalah
ketika kita dipisahkan dari benda-benda dan orang yang kita cintai. Kerap
kali sulit bagi kita untuk meninggalkan rumah yang menyimpan banyak
kenangan indah, dan selalu berat bagi kita untuk mengucapkan selamat
tinggal kepada orang-orang yang kita kasihi tatkala harus meninggalkan
mereka.
Demikian pula tidak mudah bagi Abraham untuk menaati permintaan Allah
supaya ia meninggalkan negeri, teman-teman, dan kerabatnya. Namun,
bila ia tidak taat pada perintah Allah, tidak akan ada berkat bagi dia dan
keturunannya.
Allah memanggil Abraham untuk menjalani kehidupan dengan pengabdian
yang khusus ini, karena Dia telah memilihnya menjadi saluran yang melaluinya
Dia akan mengerjakan rencana penebusan. Umat manusia telah
memberontak dan menjadi penyembah berhala, sedangkan Abraham harus
menyembah satu-satunya Allah yang sejati.
Tugas semua orang kristiani adalah memutuskan hubungan dengan segala yang menghalangi kemajuan dan
efektivitas kerohanian. Kita harus meninggalkan semua dosa, seluruh kekerasan hati, dan setiap kesenangan
duniawi yang dapat menjauhkan hati kita dari Allah.
Jika kita melakukan hal ini, saat diuji dan dicobai, maka integritas rohani dalam hidup kita akan tetap bertahan
melalui ujian kehidupan itu. Kita dikuatkan dalam proses tersebut, agar pada gilirannya kita dapat menjadi
berkat bagi orang lain yang ada di sekitar kita — HVL
MELEKAT PADA KRISTUS ADALAH RAHASIA UNTUK MENJAUHKAN DIRI DARI DUNIA
Jumat, 28 Juli 2006
Bacaan:
1Yohanes 1:5-10
Bacaan Setahun :
Mazmur 46-48;
Kisah Para Rasul 28
Nats:
Jika kita mengaku dosa kita,
maka Ia adalah setia dan
adil, sehinga Ia akan meng-
ampuni segala dosa kita
(1Yohanes 1:9)
PENGHAPUS
Sejak Joseph Dixon (1827-1869) mulai memproduksi pensil selama Pe-
rang Saudara Amerika Serikat, satu-satunya perubahan signifikan pada
desainnya adalah adanya tambahan karet penghapus. Renungkan sejenak
batang kayu kecil untuk menulis yang unik ini. Di sisi yang satu terdapat
ujung yang runcing, keras, dan berwarna hitam. Di sisi satunya lagi terdapat
karet penghapus kecil. Alat yang sederhana ini dapat dipakai untuk menulis,
membuat sketsa, menghitung rumus-rumus yang rumit, atau membuat
puisi yang indah. Namun pensil juga dapat dengan cepat mengoreksi suatu
kesalahan, mengubah bilangan, atau memulai semuanya dari awal.
Setiap hari orang kristiani menorehkan perkataan dan perbuatannya pada
catatan sejarah pribadinya. Namun tatkala berefleksi pada perkataan dan
perbuatannya, ia menjadi sadar bahwa sebagian yang dituliskannya bukanlah
sifat yang akan menyenangkan Sang Juru Selamat. Ia teringat pada
sikap dan tindakan yang tidak seharusnya menjadi bagian dari kehidupan
orang kristiani. Akan tetapi, dosa-dosa ini diampuni dan persekutuan dengan Allah diperbaiki melalui pe-
ngakuan yang jujur serta pertobatan.
Dalam surat 1Yohanes, ia memberitahukan cara hidup lurus serta menikmati persekutuan dengan Kristus
dan orang lain. Namun, Yohanes adalah seorang realis, yang sadar bahwa sebagian dari catatan kehidup-an
kita akan ditandai dengan kekurangan dan kegagalan kita setiap hari. Itulah sebabnya 1Yohanes 1:9 merupakan
suatu janji yang indah. Ayat ini menyatakan bahwa kita dapat memakai penghapus berupa pengakuan
dan memulai kembali dari awal — DJD
PENGAKUAN DOSA ADALAH TANAH TEMPAT PENGAMPUNAN TUMBUH SUBUR
Sabtu, 29 Juli 2006
Bacaan:
Mazmur 33:4-15
Bacaan Setahun :
Mazmur 49-50; Roma 1
Nats:
Firman Tuhan itu
benar, segala sesuatu
dikerjakan-Nya dengan
kesetiaan (Mazmur 33:4)
KENALILAH "PRODUK" ANDA
Salah satu ciri seorang wiraniaga yang cakap adalah ia menguasai
produknya secara menyeluruh. Ia mengetahui bahan-bahan pembuat
produknya. Ia memahami kekuatan produknya. Ia mempelajari manfaat
barang tersebut bagi konsumen. Dan ia dapat menjawab berbagai
pertanyaan yang dilontarkan oleh konsumennya. Penjual yang tidak
mengenal produknya tidak akan mendapatkan penjualan.
Dalam buku yang berjudul The Big Sell, John R. Rushmore melakukan
survei terhadap para pria dan wanita yang membeli produk-produk
yang dibuat oleh perusahaan-perusahaan besar di Amerika Serikat.
Para pria dan wanita tersebut berpendapat bahwa lebih dari 80 persen
wiraniaga yang mendatangi mereka, ternyata tidak memiliki penge-
tahuan yang menyeluruh tentang barang yang akan dijual.
Saat membaca itu, saya lalu berpikir tentang kita, orang-orang kristiani. Kita sudah dipanggil untuk
menjadi saksi Kristus, tetapi seberapa jauh kita menguasai "produk" kita dengan baik? Kita mewakili
Kristus dalam segala hal yang kita perbuat dan kita ucapkan. Oleh karena itu, ketika berbicara mewakili
Dia, kita pun harus berbicara dengan berani dan jelas. Ini berarti kita harus mengetahui apa yang
dikatakan oleh Kitab Suci tentang dosa, keselamatan, dan kebutuhan manusia akan iman. Jika kita tidak
menyampaikan Injil secara akurat, kesaksian kita bagi Sang Juru Selamat pun tidak akan efektif.
Pelajarilah firman Allah. Pelajarilah doktrin-doktrinnya dan praktikkan. Dengan demikian Anda akan
menjadi saksi Kristus yang lebih baik DCE
UNTUK MENJADI PENJALA MANUSIA
JADILAH PEMBURU KEBENARAN FIRMAN TUHAN TERLEBIH DAHULU
Minggu, 30 Juli 2006
Bacaan:
Ulangan 10:17-22
Bacaan Setahun :
Mazmur 51-53; Roma 2
Nats:
Haruslah kamu menunjukkan
kasihmu kepada orang asing,
sebab kamu pun dahulu
adalah orang asing di tanah
Mesir (Ulangan 10:19)
S.T.M.K.
Kadang kala kehidupan kristiani menampakkan ekspresi yang luar biasa
dari kebajikan yang biasa-biasa saja. Sebagai contoh, Anda pasti berharap
bahwa orang yang diliputi Roh Kudus akan bersikap ramah. Dan
dengan mem-praktikkan sikap tersebut di tengah masya-rakat ternyata
membawa perbedaan yang luar biasa!
Dalam bukunya, Liability Factor, Tim Sanders berkata bahwa seseorang
yang menebarkan kepada sesamanya "suka-cita, kebahagiaan, penghiburan,
atau perasaan menjadi muda kembali" akan lebih mungkin direkrut
atau dipromosikan. Ia menyatakan bahwa sebagian perusahaan
telah menyingkirkan ketidakramahan. Mereka menyebut sistem mereka
S.T.M.K.: "Saya Tidak Melihat Ketidakramahan".
Prinsip itu seharusnya dipraktikkan oleh warga kerajaan Kristus. Bila
orang ditanya apa yang mereka cari di gereja, jawaban pertama mereka adalah keramahan. Sayangnya,
realitas menunjukkan bahwa banyak umat kristiani terasa sejauh bintang dan sedingin ruang angkasa.
Tuhan berkata kepada umat Israel kuno bahwa Dia "menunjukkan kasih-Nya kepada orang asing dengan
memberikan kepadanya makanan dan pakaian" (Ulangan 10:18). Dia memerintahkan mereka untuk ikut
teladan perilaku-Nya (ayat 19).
Keramahan bukanlah sekadar praktik bisnis yang bijaksana. Sikap itu seharusnya menjadi karakteristik
semua pengikut Kristus. Apabila Anda ke gereja hari ini, berperilakulah sedemikian rupa sehingga
seorang pendatang baru akan berkata, "Saya tidak melihat ketidakramahan" — HWR
DI DUNIA DI MANA BANYAK ORANG KURANG MEMBERI PERHATIAN ORANG KRISTIANI SEHARUSNYA MEMBERI PERHATIAN LEBIH
IKLAN & PENGUMUMAN
1.
Para pekerja yang terlibat didalam pelayanan diminta untuk ikut mendoakan kebutuhan
jemaat dan kebutuahan pelayanan bersama-sama, setiap Selasa minggu pertama setiap
bulan. 1 Agustus 2006 adalah hari Selasa pertama di awal bulan ini, jam 8:00pm.
2.
Another moving sale, seluruh isi apartment dijual. Ada queen size bed & box; sofa;
dining table; refrigerator; wine rack; dan barang-barang lainnya. Di jual juga mobil
Honda Accord (2000, millage 105000, 4 doors, automatic).
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Andrew / Stephanie di (404) 934-0743.
Untuk yang tinggalkan pesan, jangan lupa nama dan nomor telpon.
3.
For sale Desktop Computer:
Intel Pentium III 500Mhz x 2 (Dual) Processor.
786MB Memory w/Error Correction Control.
12GB Hard Drive. DVD-RW +/- Dual Layer.
15" TFT Black LCD Monitor (Thin). Price: $265 or best offer.
Yang berminat telpon Sugeng di (678) 267 5975.
4.
Moving sale, seluruh isi rumah dijual. Ada King size bed & box; Queen size bed & box;
3 single bed; dan juga barang-barang lain. Di jual juga mobil Honda Civic (2001, low
millage, 4 doors, automatic) dan Honda Oddessy 1997. Rumah mau dikosongin,
everything must go. Yang berminat bisa buat appointment dan datang ke rumah.
Untuk informasi lebih lanjut, hubungi Lisa Yovita (770) 309-1170. Kalo nggak ada
yang jawab, tolong tinggalkan pesan, nama dan nomor telpon. Pasti di telpon balik.
Jika anda ingin memasang iklan di kolom ini, hubungi Debi di 404.921.4261 atau email ke
Sertakan nama, alamat dan nomor untuk dihubungi. Iklan anda akan dimuat selama tiga minggu. Untuk memperpanjang
jangka waktu iklan harap memberitahu Debi atau sekretariat.
Humor
REMOTE
Si Udin baru pertama kali ini masuk bioskop. Saat film akan mulai,
layar bioskop tersebut untuk beberapa saat tidak mengeluarkan suara,
tetapi memunculkan terlebih dahulu beberapa iklan.
Melihat layar bioskop yang bergambar tetapi tidak bersuara itu Udin
langsung berteriak, "Woii ... yang pegang remot siapa seh ....!!"
"Orang yang sabar besar pengertiannya, tetapi siapa cepat marah
membesarkan kebodohan." (Amsal 14:29)
YOI!
Turis Amerika yang sedang belajar Bahasa Indonesia sedang bingung,
mengapa orang Indonesia, jika menjawab pertanyaan itu beda-beda
seperti yoi, ya, dan ya begitulah ....
Lalu, ia bertanya kepada tour guide-nya, "Bagaimana cara membedakan
yoi, ya, dan ya begitulah?"
Kemudian, guide itu menjawab, "Kalau yoi, orang tersebut tidak punya
pendidikan. Kalo iya, orang itu tamatan SMA. Kalau begitulah, berarti
ia sarjana."
"Oh, gitu, ya?" kata turis.
"Yoi!" kata tour guide itu.
"Apakah orang yang banyak bicara tidak harus dijawab?
Apakah orang yang banyak mulut harus dibenarkan?" (Ayub 11:2)
MANFAAT WORTEL
Seorang guru SD sedang mengajarkan pelajaran IPA kepada murid-
muridnya, tepatnya tentang manfaat wortel bagi kesehatan mata.
Kemudian guru tersebut bertanya kepada anak didiknya.
Guru : "Anak-anak siapa yang suka makan wortel?"
Murid: (Hampir bersamaan kecuali Arya) "Saya, Pak, saya ...."
Guru : (Bingung) "Arya, mengapa kamu diam saja, kamu tidak suka makan